Pemetaan Produksi Padi DKI Jakarta

Visualisasi spasial data produksi padi berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk mendukung ketahanan pangan perkotaan. Analisis komprehensif periode 2023-2024 berdasarkan data resmi BPS.

Statistik Produksi Padi DKI Jakarta

Data komprehensif periode 2023-2024 berdasarkan laporan resmi BPS

2,674.28 ton
Produksi Padi 2023
Gabah Kering Giling (GKG)
-7.78%
Penurunan 2024
Dibandingkan tahun 2023
85.7%
Kontribusi Utara
Jakarta Utara dominasi produksi
50%
Wilayah Produktif
3 dari 6 kabupaten/kota

Peta Tematik Produksi Padi

Visualisasi spasial distribusi produksi padi di DKI Jakarta menggunakan teknologi WebGIS

Distribusi Produksi 2023

Jakarta Utara menyumbang lebih dari 85% total produksi padi DKI Jakarta, menunjukkan konsentrasi lahan pertanian yang signifikan di wilayah tersebut.

Visualisasi Data Produksi

Analisis komparatif dan tren produksi padi per wilayah

Perbandingan Produksi 2023 vs 2024

Data Produksi per Kabupaten/Kota

Wilayah 2023 (ton GKG) 2024 (ton GKG) Perubahan
Jakarta Utara 2,238.76 2,129.52 -4.88%
Jakarta Timur 251.17 171.69 -31.66%
Jakarta Barat 184.35 165.52 -10.21%
Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu: 0 ton (tidak ada produksi)

Insight & Rekomendasi

Analisis mendalam dan implikasi kebijakan dari data spasial

Perlindungan Lahan Pertanian

Prioritas perlindungan lahan sawah di Jakarta Utara melalui regulasi ketat alih fungsi lahan dan insentif bagi petani kota.

Pengembangan Urban Farming

Implementasi rooftop farming, vertical farming, dan hidroponik di wilayah non-produktif untuk diversifikasi sumber pangan.

Sistem Monitoring Real-time

Pengembangan platform integrasi data BPS dengan sensor IoT untuk pemantauan produksi pangan secara real-time.

Metodologi Penelitian

Proses analisis data dan pembuatan sistem WebGIS

1
Pengumpulan Data

Data sekunder dari BPS DKI Jakarta periode 2023-2024 dalam format Gabah Kering Giling (GKG) dengan faktor konversi 0.59 untuk setara beras.

2
Analisis Statistik

Perhitungan perubahan absolut (Δ) dan persentase perubahan (Δ%) menggunakan rumus standar statistik untuk analisis tren produksi.

3
Pemetaan Spasial

Pembuatan peta tematik choropleth menggunakan software QGIS dengan klasifikasi data produksi dan analisis pola distribusi spasial.

4
WebGIS Integration

Publikasi peta interaktif melalui website dengan framework Leaflet.js dan Bootstrap untuk aksesibilitas data yang lebih luas.

Tren Perubahan Produksi (%)

Jakarta Timur mengalami penurunan produksi paling signifikan (31.66%), mengindikasikan tekanan urbanisasi yang tinggi di wilayah tersebut.